GORONTALO, BeritaQ.com – Tempat di mana para mahasiswa Jurusan Teknik Geologi UNG mengalami bencana terbawa aliran sungai ternyata letaknya cukup jauh dari pemukiman penduduk.
Mahasiswa berangkat ke tempat itu tanpa di dampingi oleh warga setempat, petugas desa, atau dosen pengawas lapangan.
"Tempat penelitian terletak di daerah yang cukup jauh dari Posko dan masih didominasi oleh hutan. Bahkan penduduk desa Dunggilata sendiri menyebut lokasinya sebagai area yang sulit dicapai," ungkap Rewis Laki, camat Bulawa, pada hari Rabu, 16 April 2025.
Rewis menyatakan bahwa agar bisa sampai ke tempat yang disebut masyarakat sekitar sebagai Gunung Hupito, para mahasiswa perlu mengikuti arus sungai yang dihiasi dengan bebatuan berukuran besar.
Dalam istilah setempat, hupito merujuk pada bebatuan raksasa yang saling menindih, mewakili kondisi area yang terjal dan memprihatinkan untuk dilewati.
Menurut dia, kedatangan ke tempat tersebut adalah kali ketiganya bagi mahasiswa KKN UNG. Di dua kesempatan sebelumnya, mereka ditemani oleh penduduk setempat serta anggota Karang Taruna.
"Mereka mungkin merasa telah memahami medannya dengan baik dan memutuskan untuk pergi tanpa bimbingan lagi," jelas Rewis.
Pihak aparatur desa juga merasa tidak setuju dengan keputusan mahasiswa untuk pergi ke area hutan di bagian atas sungai tanpa ada pengawas bersama-sama. Mereka khawatir karena para mahasiswa dinilai masih kurang paham tentang sifat lingkungan tersebut yang cukup berbahaya.
Disaster terjadi ketika para mahasiswa keluar dari tempat acara tersebut, kemudian tertimpa banjir deras yang datang secara mendadak. Tiga orang di antaranya dinyatakan telah meninggal, sedangkan tujuh lainnya berhasil diselamatkan namun dengan beberapa cedera.
Mahasiswa Saat Ini Melaksanakan PKL yang Terintegrasi dengan Program MBKM
Mahasiswa-mahasiswa yang menjadi korban adalah bagian dari peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) terpadu Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mereka berasal dari Prodi Teknik Geologi, Departemen Ilmu Bumi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas Negeri Gorontalo.
Di akun Instagram resmi milik mereka, para mahasiswa memposting bahwa program KKN MBKM Berdaya 2025 ditujukan untuk bekerja sama dengan warga setempat dalam menjalankan pertambangan yang ramah lingkungan, membantu mencapai ketahanan pangan, serta menambah pengetahuan tentang kesehatan di tingkat komunitas.
Menggunakan metode dari bidang geologi serta memanfaatkan inovasi setempat, proyek ini bertujuan untuk menggerakkan otonomi ekonomi yang sesuai dengan prinsip pelestarian alam.
Identitas Korban
Tiga mahasiswa meninggal dunia:
- Alfateha Ahdania Ahmadi (Ratatouille, Sulawesi Utara)
- Sri Maghfira Mamonto (Inobonto, Sulawesi Utara)
- Regina Malaka (Pohuwato, Gorontalo)
Tujuh mahasiswa berhasil diselamatkan namun mereka terluka:
- Fiqri Fariz K Pakaya (Kuala Besar, Paleleh, Sulawesi Tengah)
- Risman Ahmad (Taliabu)
- Sukirman Satar (Kambani, Sulawesi Tengah)
- Nirmawati Musa (Buntulia, Pohuwato, Gorontalo)
- Lisda B Laindjong (Dutuno, Buol, Sulawesi Tengah)
- Ahmad Firli Aprilio Mamonto (Upay, Kotamobagu, Sulawesi Utara)
- Alif Rahmat Sandhi (Nama Lengkap, Gorontalo)
Post a Comment for "Lokasi Tragedi: 3 Mahasiswa UNG Tewas Terseret Arus di Daerah Terpencil, Perjalanan tanpa Pengawasan"