BeritaQ.com, NABIRE - Rapat Kerja (RAKER) yang melibatkan pemerintahan daerah seluruh Tanah Papua bersama Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) telah berhasil diselenggarakan di ruang Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire pada hari Selasa tanggal 15 April 2025.
Dibawahi oleh Gubernur Papua Tengah sebagai Ketua Asosiasi Gubernur se- Papuaria, acara tersebut merupakan wadah penting untuk meningkatkan kerjasama di antar provinsi guna mendukung pelaksanaan Kebijakan Otonomi Khusus (Otsus), sehingga memberikan manfaat langsung kepada rakyat.
Hadir dalam rapat tersebut sejumlah tokoh penting dari berbagai wilayah, antara lain Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Gubernur Papua Tengah, Sekretaris Daerah Papua Barat, Pj Sekda Papua Pegunungan, dan Staf Ahli Gubernur Papua Selatan.
Tampak kehadiran unsur Forkopimda antara lain Kapolda Papua Tengah, Ketua DPR Papua Tengah, serta perwakilan dari Kodam XVII/Cenderawasih.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad menyampaikan tentang program utama pemerintahannya dalam tiga sektor yaitu kesehatan, pendidikan, serta ekonomi yang mendukung kemajuan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi konkret untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.
“Melalui forum ini, kami berharap terbangun komitmen dan kolaborasi nyata demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujarnya.
RAKER ditutup dengan penandatanganan berita acara kesimpulan rapat oleh seluruh perwakilan provinsi, penyerahan cenderamata oleh Gubernur Papua Tengah, dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama untuk Papua yang lebih baik.
Rapat tersebut akan mengirimkan hasilnya secara langsung ke Presiden Republik Indonesia sebagai wakil dari suara bersama Kepulauan Papua untuk meningkatkan efektivitas Otonomi Khusus serta mendukung pertumbuhan pembangunan yang seimbang dan lestari di semua bagian Papua. (BeritaQ.com/angela cindy)
Post a Comment for "Rapat Keras Pemerintah Tanah Papua di Nabire, Berita Acara Segera Disampaikan kepada Presiden RI"